PIPPK Sarana Menuju Kota Unggul, Nyaman dan Sejahtera

Bandung merupakan salah satu kota yang cukup terkenal berdasarkan catatan seja rah. Bahkan, bagi negara Asia Afrika, kotaini sangat familiar sebagai sebuah terobosan negara berkembang pada waktu itu. Dengan semangat keberanian serta berbagai terobosannya, sampai saat ini menjadi semangat yang tiada henti bagi Kota Bandung untuk menjadi kota modern dan sejajar dengan kota berskala internasional lainnya.

Era saai ini, untuk menjadikan Kota Bandung yang hebat memerlukan sebuah impian dari pemimpin dan warganya. Persamaan impian dan persepsi menuju sebuah arah kemajuan yang sesungguhnya. Untuk menjadi kota yang hebat dari berbagai sisi diperlukan sebuah terobosan dan keterlibatan semua pihak yang sama rata tanpa meninggalkan prinsip demokrasi. Jadi, program untuk kemajuan Kota Bandung didasari dengan perinsip demokrasi, kebersamaan, kepedulian, dan gaya kepemimpinan yang bersifat bottom up.

PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan) menjadi sebuah kendaraan bagi Kota Bandung untuk mengantarkan Kota Bandung menjadi sebuah kota yang unggul, nyaman, dan sejahtera. Oleh karena itu, Visi ini menjadi acuan bagi setiap program yang ada di Pemerintahan Kota Bandung. Melalui basis pemberdayaan kewilayahan maka partisipasi masyarakat pun menjadi sangat penting. Adapun sasaran dari PIPPK adalah terbangunnya komitmen dan konsistensi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di kelurahan. Dengan orientasi pembangunan masyarakat setempat melalui pendekatan inovasi, desentralisasi, dan kolaborasi.

Dalam petunjuk teknis pelaksanaan PIPPK Nomor : 436 Tahun 2015 Tanggal : 11 Mei 2015, sudah tergambar jelas filosofi dan sasaran dari program ini. Oleh karena itu, pemahaman ini sudah harus menjadi pemahaman di tingkat kelurahan, RW, PKK, LPM, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga lainnya. Bila pelaksanaan di lapangan mampu mengimplementasikan, maka pemberdayaan masyarakat dapat terwujud. Bisa dibilang PIPPK merupakan miniatur otonomi di tingkat paling bawah, yaitu kelurahan sehingga warga akhirnya ter­edukasi menjadi pengusul, pelaksana, pengawas, dan penerima manfaat. PIPPK ini diharapkan mewujudkan “Bandung Empowerment City”, karena bersama kita berdaya. Semoga.

 

Oleh : Dra. Rahmawati Mulia, M.Si. (Sekretaris Kecamatan Batununggal)

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *